Makanan Khas Jepang - Yakitori

Makanan Khas Jepang - Yakitori

Hello, kali ini kita akan bahas tentang makanan yang iconic dari negeri Sakura, yaitu Yakitori. Kalau mau diterjemahin sih Yaki artinya bakar, Tori artinya burung, yang dalam konteks disini ayam. Nah, Secara sederhana Yakitori bisa juga kita sebut dengan sate ayam, cuma kalo yang ini kan Sate Ayam khas jepang, hohoho.


Bentuk fisik Yakitori memang mirip dengan sate ayam, bagian ayam dipotong kecil, kemudian ditusuk menggunakan lidi dari bambu, untuk kemudian dibakar di atas bara api. Untuk bumbunya biasanya menggunakan kecap asin yang ditambah saus manis pedas, atau hanya menggunakan garam saja. Begitu simple. Kalo kamu tahu Sate Taichan, nah Inspirasi dari Sate Taichan itu berasal dari Yakitori ini gengs.

Awal Cerita Munculnya Yakitori

Sejak datangnya agama Buddha di Jepang, makan daging adalah sesuatu yang dilarang, terutama hewan ternak yang berperan banyak dalam pertanian seperti Sapi dan Babi, hewan tersebut sama sekali tidak ada yang boleh memakannya. Sama halnya dengan ayam yang merupakan hewan ternak, tidak ada yang boleh mengkonsumsinya, dan umumnya digantikan dengan hewan hasil berburu atau burung liar seperti burung pegar atau bebek. 

Kata "Yakitori" muncul dalam literatur pertama kali sejak pada Zaman Edo (1603 - 1867). Saat itu, terdapat menu yang diberikan sebagai hadiah kepada Pemilik Benteng Komoro (Benteng di sekitar provinsi Nagano saat ini), terlihat kata "Yakitori". Tapi, kemungkinan ini adalah daging panggang burung liar. 

Yakitori yang biasa dimakan sambil jalan, kemudian mulai dijual di kios makanan. Kemudian, bersamaan dengan Restorasi Meiji (1868 - 1912), budaya makan daging kembali booming ke Jepang, dan membuat masyarakat kembali gemar mengkonsumsi daging ayam. Tetapi, terdapat masalah, harga makanan yang terbuat dari ayam di restoran ternyata dibandrol sangat mahal, sehingga tidak bisa dimakan oleh rakyat biasa. Mahal euy. 

Jadi, hanya bagian tulang atau otot ayam saja yang diambil dari sisa bahan restoran mahal tadi, lalu kemudian ditusuk dan dibakar, dan jadilah momentum awal mulanya Yakitori (Sate Ayam) yang di jual di kios makanan. Yakitori kemudian dijual di depan pintu masuk kuil atau dekat jembatan atau di warung kaki limaan, sehingga bisa dimakan begitu saja tanpa perlu menggunakan sumpit. 

Konsep Yakitori dari awal adalah makanan rakyat dengan harga yang murah. Pada saat ini, banyak ditemukan wanita di bar atau restoran khusus sate ayam yang memakan sate ayam dengan sumpit dengan cara melepaskan ayam dari tusuknya terlebih dahulu, dengan alasan kurang beretika sih, tetapi sebenarnya langsung memakan sate ayam dari tusuknya sama sekali tidak melanggar tata krama lho.

Makanan Khas Jepang - Yakitori

Yakitori Jaman Now

Nah, di Jepang banyak banget restoran khusus Yakitori atau Sate Ayam, dan Yakitori juga merupakan menu yang sangat populer di bar, sebagai cemilan gitu. Pada restoran khusus Yakitori, kamu dapat menikmati Yakitori sambil melihat langsung proses Yakitorinya dibakar menggunakan api arang, sehingga feelnya dapet banget dan taste Yakitori pesanan menjadi sangat terasa. Restoran khusus Yakitori bukan berarti harganya pasti mahal, ada juga restoran Yakitori yang cukup murah, dan dikunjungi orang Jepang setelah pulang dari kantornya.

Biasanya saat kamu memesan Yakitori, kamu akan ditanyai bumbu apa yang ingin yang digunakan, apakah menggunakan saus kecap atau garam. Ada juga bumbu yang direkomendasikan berdasarkan bagian ayam yang akan dipesan, jadi kalau bingung memilih, sebaiknya tanyakan saja kepada pelayan restorannya, minta rekomendasi saja.

Saat memakan Yakitori ini, bisa juga ditambahi dengan bumbu Ichimi Togarashi (Bubuk Cabe 1 Rasa), Shichimi Togarashi (Bubuk Cabe 7 Rasa), dan Sansho (Bubuk Cabe Jepang). Yakitori bukan hanya makanan yang kelezatannya terletak pada bumbunya saja, tetapi berdasarkan bagian ayamnya, dapat dinikmati berbagai macam rasa. Ada bagian Paha, Kulit, Tulang Muda, Sayap, Paru, Ampela, Hati dan lain-lain. Apabila memesan set atau paket Yakitori, biasanya dalam set tersebut sudah termasuk ada organ dalam ayam seperti hati dan ampela, so apabila kamu tidak suka jeroan ayam, segera konfirmasikan saat memesan makanan.

No comments